Notulensi Muslimah Online Talks Pemudi PUI_Sesi 2 (Lanjutan)

Hari, Tanggal : Sabtu, 28 September 2019
Pukul : 19.30 - 22.00 WIB
Tempat : WhatsApp Group 
Pemateri : Ferry Mauliyanti, S.Sos (Ketua Departemen Kajian Pemudi PUI)

Tema : "Khitbah Menuju Akad"vBismillahirrahmaanirrahiim ...

Assalamu’alaykum teman-teman sholehah, bagaimana kabarnya malam ini?
Alhamdulillah, Allah SWT masih menganugerahkan waktu yg bermanfaat utk kita berkumpul di Muslimah Online Talks malam ini.
Semoga Allah meridhoi kita dan meniupkan keberkahan di setiap detik yang kita lalui. Aamiin.
Sholawat sebagai penawar rindu kita hantarkan penuh khidmat kepada Sang Kekasih Allah, Rasulullah Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat serta semoga Allah istiqomahkan kita menetap d atas titian sunnahnya. Aamiin.
Di pertemuan ke-3 ini, seperti janji saya sebelumnya kita akan membahas proses Khitbah sampai dengan Akad.

PASCA KHITBAH

Alangkah baiknya jika waktu pelaksanaan akad nikah telah ditentukan dan disepakati saat khitbah, sehingga segera setelahnya kedua calon pengantin dapat menyusun planning persiapan menuju akad.
Pelaksanaan akad sebaiknya tidak terlampau jauh jaraknya dari waktu khitbah, namun juga tidak terjatuh pada sikap tergesa-gesa. Ada yang memberikan jarak khitbah hingga akad paling lama adalah 3 bulan, tetapi hal ini kembali pada kondisi masing-masing keluarga.  Setiap keluarga memiliki pertimbangan tersendiri.

Pasca khitbah, kita membutuhkan informasi dan pembicaraan yang berkaitan dengan persiapan pernikahan. Hal ini menuntut komunikasi yang intens dg calon suami maupun pihak keluarganya.
Akan banyak informasi yang kita terima tentangnya, dari siapapun. Entah dari keluarga, teman ataupun orang lain yang kita kenal.

Al Maqdisi mengetengahkan sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda:
“Berikan penafsiran terbaik tentang apa yang kamu dengar, dan apa yang diucapkan saudaramu, sampai engkau menghabiskan semua kemungkinan dalam arah itu.”
Imam Ahmad bin Hanbal ditanya mengenai hadis tersebut, beliau menjawab:
“Jika engkau mendengar sesuatu yang mungkin diucapkan oleh saudaramu, berikan interpretasi yang terbaik sampai engkau tidak dapat menemukan alasan utk melakukannya.”
Beliau menjelaskan lebih lanjut,

“Carilah alasan untuknya dengan mengatakan mungkin dia berkata begini atau mungkin maksudnya begini.”
Jalan terbaik yaitu dengan memastikan informasi yang kita terima serta utk menghindari prasangka melalui Tabayyun (meminta penjelasan). Mengkonfirmasi info yang kita dapatkan dg bertanya langsung kepada ybs, mencari tahu kebenarannya.
Seperti yang pernah saya sampaikan pada diskusi sebelumnya, pasca khitbah adalah masa memperdalam ta’aruf secara lebih intens dan personal. Perantara sudah tidak lagi sesibuk perannya saat sebelum khitbah, kini tugas kedua calon pasangan melanjutkan proses berujung pelaminan syurga in syaa Allah.
Diperlukan benteng yang kokoh dari masing-masing, terutama kita sebagai akhwat agar tidak terjerumus pada “pacaran”. Mari luruskan niat.
Buatlah list yang akan dibahas setiap kali akan berkomunikasi. Pastikan semuanya penting dan fokuskan pembahasan sesuai isi list tersebut, jangan sampai meluas pada ranah yang melenakan.

AKAD
Ada 3 hal yang perlu diperhatikan.
1.     Buat susunan rencana beserta deadline persiapan menuju akad. Misalnya, menentukan jumlah Undangan, konsep walimah, salon, persuratan, konsumsi, tanggal penyebaran undangan, kepanitiaan, dll.

Bicarakan dengan calon pasangan dan sepakati bersama, sehingga akan memudahkan untuk mengkomunikasikan pada keluarga masing-masing.
Sepakati bersama planning dan deadline tersebut, jika ada perbedaan pendapat maka cari jalan tengah yang terbaik yang lebih sedikit mudharatnya.

Upayakan masing-masing pihak dapat menghandle urusan keluarganya, begitupun jika terjadi konflik. Sebaiknya tidak melibatkan calon pasangan dalam urusan keluarga kita karena bagaimanapun statusnya masih orang lain. Selain demi menunjukkan baha masing2 sudah mampu menjalin komunikasi yang baik dg keluarga serta mampu melaksanakan planning sesuai yang telah disepakati.

Terkecuali jika memerlukan hadirnya (calon) dalam menyelesaikan suatu persoalan. Semisal, keraguan orang tua kita pada masa depan pernikahan terkait penghasilan suami kelak, maka ini tentu lebih baik jika calon suami yang menjelaskan dan meyakinkan orang tua kita.

Selanjutnya, setelah menyepakati konsep walimah yang diinginkan maka pilihlah salon yang sesuai konsep. Tak mesti salon syar’i atau khusus muslimah jika di sekitar tempat tinggal kita sulit ditemukan, yang terpenting sang pemilik salon memahami konsep yang kita tawarkan dan dapat memenuhi keinginan kita.

2.     Mahar
Mahar adalah syarat sahnya sebuah perkawinan. Juga sebagai ungkapan penghormatan laki-laki kepada wanita yang menjadi istrinya.
Memberikan mahar merupakan ungkapan tanggung jawab kepada Allah dan kepada wanita yang dinikahinya.
Sebaik-baik mahar adalah mahar yang diberikan Abu Thalhah kepada istrinya, Ummu Sulaim berupa syahadat. Dikisahkan dalam sirah, bahwa Abu Thalhah meminang Ummu Sulaim saat ia belum masuk Islam.

Ibnul Qayyim Al Jauziy membahas hadis tentang mahar kemudian mengatakan:
“Hadis-hadis itu mengandung ajaran bahwa mahar tidak ditetapkan batas minimalnya; segenggam gandum, sebuah cincin besi, dan sepasang terompah pun dapat dijadikan mahar dan sah pernikahannya. Hadis2 itu mengandung ajaran bahwa berlebihan dalam mahar makruh hukumnya dalam pernikahan dan mengurani keberkahan pernikahan.”

Sejarah mencatat Rasulullah saw memberikan mahar kepada Bunda Khadijah r.a  sebanyak 100 ekor unta, serta kepada istri-istrinya yang lain sebesar 12 uqiyah dan 1 nasyi yang jika ditotal sekitar 500 dirham atau seperempat dinar. Setara dengan nilai mahar Abdullah bin Auf.

Ukuran mahar yang disebut terlalu besar adalah:
a.     Apabila mahar melebihi kemampuan suami
b.    Berlebihan dibanding pada umumnya. Meskipun suami mampu, namun ada baiknya menahan diri. Khawatir menjadi buah bibir di tengah masyarakat atau bahasa sekarang VIRAL. :D
      Kesimpulannya, berikan mahar sesuai kerelaan bersama. Hal ini diungkapkan Allah SWT dalam Q.S. An Nisa ayat 4. Silahkan dibaca terjemahnya.
3.     Walimah
Hendaknya diselenggarakan di masjid atau rumah, mengundang orang-orang sholeh untuk mendoakan, tidak boleh hanya mengundang orang kaya saja.

Ada adab yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan walimah:
a.     Menghilangkan oknum, ritual, perangkat kemusyrikan. Misal, pawang hujan, adat yang tidak sesuai syariat dll.
b.    Hiburan sesuai syariat
c.     Tidak menyertakan khamr dalam sajian
d.    Tidak tabarruj jahiliah dalam merias mempelai
e.     Mempelai sebaiknya ikut melayani tamu, tidak perlu dipajang
f.     Mencegah ikhtilat (campur baur lk dan perempuan). Bisa disiasati dengan memisahkan tempat duduk dan prasmanan.
g.     Menghindari pemubaziran dalam merias tempat (ga lebay)
Kita yang menghadiri pesta walimah pun perlu memperhatikan adab :
a.     Niatkan ibadah. Memenuhi hak sesama muslim
b.    Menutup aurat
c.     Memperhatikan adab saat makan
d.    Mendoakan mempelai dengan doa yang dicontohkan Rasulullah saw
e.     Mendoakan tuan rumah atas hidangan yang telah disajikan.
v
x

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Notulensi Muslimah Online Talks Pemudi PUI_Sesi 2 (Lanjutan)"

Post a Comment